YUNI ANITA
13209699
1EA10
Ligwina Hananto adalah seorang financial planner dan konsultan keuangan yang cukup terkenal. Ada tipsnya yang paling saya ingat yaitu komposisi perencanaan keuangan yang baik dan kata “tujuan lo apa?” menjadi kata sakti yang dapat mencegah pengeluaran uang dan merubah pandangan seseorang mengenai sesuatu yang sangat ingin dimilikinya tetapi tidak terlalu diperlukan. Penting dalam hidup kita untuk mengetahui perencanaan keuangan dan bagaimana memanage pengeluaran dan pemasukan agar kita tidak kebingungan dan mengalami kemiskinan sebelum waktunya.
Beberapa tips yang dijabarkan oleh Ligwina Hananto :
Tips Pertama
Komposisi Keuangan Yang Baik
Menurut Ligwina, komposisi keuangan yang baik yaitu uang harus diatur atau dialokasikan seperti berikut dibawah ini :
-
10% untuk investasi(nabung dkk)
-
30% untuk membayar utang atau cicilan
-
40% untuk kebutuhan sehari – hari
-
20% untuk lifestyle (gaya hidup)
A. 10% untuk Investasi
Sepuluh persen merupakan angka yang kecil jika kita lihat dari nilai persentase penghasilan kita, tapi kenyataannya nilai tersebut selalu kita sayang-sayangkan dan selalu saja berhasil “meloloskan diri” saat akan kita investasikan ke Bank. Menabung memang merupakan kegiatan yang paling “banyak setannya”alias kegiatan yang harus langsung kita lakukan, jangan ditunda-tunda karena jika ditunda sehari saja maka uang yang seharusnya kita setorkan ke Bank malah “nyasar” ke departemen store.
B. 30% Untuk Membayar Hutang atau Cicilan
Credit Card merupakan bentuk lain dari uang yang tidak lain adalah benda sakti yang kini dapat dimiliki oleh hampir semua kalangan. Dengan benda tersebut dan dengan limit tertentu, segala kebutuhan dapat terpenuhi tanpa harus dibebankan saat itu juga. Penjelasan diatas merupakan salah satu contoh yang menyebabkan mengapa kita perlu menyisihkan 30% dari penghasilan kita, yaitu untuk membayar hutang-menghutang yang akan semakin menggunung nilainya jika diabaikan pembayarannya.
C. 40% untuk Kebutuhan Sehari – Hari
Hampir dari setengah penghasilan kita, kita sisihkan untuk kebutuhan hidup sehari – hari. Mengapa nilai persentase ini paling besar diantara yang lain? Karena kebutuhan hidup sehari – hari merupakan kebutuhan primer yang harus selalu dipenuhi. dan tidak bisa digantikan. Contohnya : makan – minum, biaya transportasi, dsbgnya. Bisa saja persentase ini diperkecil dan dihibahkan untuk life style, dengan catatan apakah anda mampu untuk menahan nafsu makan – minum setiap harinya? Saya pribadi sih tidak.
D. 20% untuk Life Style
Mungkin ada beberapa orang diluar sana, termasuk saya, berharap bahwa untuk nilai persentase yang satu ini bisa ditukar dengan nilai persentase kebutuhan sehari – hari yang tentunya lebih besar. Tidak dapat dipungkiri bahwa Life Style merupakan hal sekunder yang kini sudah menjadi tidak sekunder lagi alias pokok. Kadangkala budget yang telah kita persiapkan untuk sekedar kongkow-kongkow dengan teman/keluarga tidak mencukupi malah sering sekali Overbudget dan cara singkat untuk menutupi overbudget tsb adalah dengan “meminjam” budget investasi yang rasanya tidak akan pernah digantikan . Jika anda tidak ingin budget investasi anda dan budget – budget lainnya berantakan maka jalan yang paling aman adalah melaksanakan penerapan budget sesuai dengan apa yang telah di terapkan oleh Ligwina Hananto.
Kebetulan saya terapkan tips ini dan….. WOW!!! pengeluaran dan pemasukan saya lebih efisien dan saya tidak bingung lagi untuk mengambil action dikemudian hari. Nah…. misalnya jika anda tidak punya utang, 30% nya bisa dialihkan untuk keperluan lain misalnya lifestyle atau investasi. Simpel banget kan cara ngaturnya?
Mungkin ada yang bertanya kenapa kita harus memanage keuangan? jawabaNnya: lebih baik mana sesuatu yang tertata rapih dan terencana dengan yang tak tertata malah acak-acakan dan bisa bikin bingung nantinya? Tentu saja yang tertata dunk
Tips Kedua
Memilih Keperluan
Kalau kita bingung ingin membeli sesuatu atau jika kita dihadapi pilihan untuk membeli suatu barang dengan barang yang lain cobalah bertanya “tujuan lo apa?”. Contohnya ketika kita jalan-jalan ke mall tiba-tiba ada diskon besar untuk baju keren+mewah+gengsi sedangkan duit pas-pasan untuk kebutuhan sekolah yang mendesak, didalam benak kamu pasti terlintas, ”jarang banget nih baju keren tapi lagi diskon gede harus gw beli nih, ah!! urusan sekolah mah bisa nanti, paling cuma dimarahi guru doank!!”, cobalah kamu bertanya kepada dirimu sendiri “tujuan lo apa beli baju keren?“,”tujuan lo apa gak beli keperluan sekolah yang mendesak?“.
Saat kita bertanya “tujuan lo apa?” kita akan menyadari sesuatu mana yang harus kita prioritaskan dahulu. And it’s work for ME!!!!